Langsung ke konten utama

Postingan

Sosok Guru

 Oleh : Imam Agus Taufiq "Tidak semua guru penting, bahkan banyak guru yang menyesatkan perkembangan dan masa depan anak bangsa" ----- E. Mulyasa Guru dalam bahasa arab dikenal al-mu'alim atau al-ustadz, yang bertugas memberikan ilmu dalam majlis taklim. Artinya, guru adalah  seseorang yang memberikan ilmu. Pendapat klasik mengatakan bahwa guru adalah orang yang pekerjaannya mengajar yaitu hanya menekankan satu sisi tidak melihat sisi lain sebagai pendidik dan pelatih. Seiring berjalannya waktu, definisi guru saya rasa berkembang secara luas. Seorang guru disebut pendidik profesional karena guru itu telah menerima dan memikul beban dari orang tua untuk ikut mendidik anak.  Seorang guru juga bisa dikatakan sebagai orang yang memperoleh surat keputusan (SK) baik dari pemerintah atau swasta guna melaksanakan tugasnya, oleh karena itu seorang guru memiliki hak dan kewajiban untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di lembaga pendidikan sekolah.  Guru juga merupakan peker...

Iman, Akhlak, Amal Ibadah

Oleh : Imam Agus Taufiq Allah SWT sudah memberikan tuntunan hidup melalui agama yaitu agama Islam sebagai agama paling sempurna dibanding dengan agama lain. Didalamnya terkandung hukum dan ketentuan yang ada kaitannya perkara dunia dan akhirat. Ada sebuah definisi yang mengartikan sebuah agama adalah tuntunan sebangsa Ilahi bagi orang yang berakal sehat untuk mencapai kesejahteraan dunia dan akhirat.  Dari definisi tadi dapat disimpulkan bahwa agama Islam ialah agama untuk hidup dan penghidupan, karena Islam mengataur tata cara hidup baik secara hablum minnallah ( secara vertikal atau hubungan dengan Allah SWT) dan hablum minannas ( secara horisontal atau hubungan manusia dengan sesama).  Kita harus sadar betapa perlunya menjalin hubungan antar sesama dalam kehidupan bermasyarakat yang saling membutuhkan antara satu dengan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa manusia mempunyai keterbatasan dan saling membutuhkan bantuan orang lain. Makanya Allah SWT memberikan akal pikiran kepad...

Orang Sibuk Juga Membaca

 Oleh : Imam Agus Taufiq Hidup ini memang sebuah perjuangan. Perjuangan yang diniati dengan ikhlas dan sungguh-sungguh hasilnya pasti tak akan menghianati. Maka seseorang yang berniat dengan sungguh-sungguh pasti mereka sudah memplaning akan maksud dan tujuannya.  Kehidupan seseorang pasti tidak lepas dari sebuah masalah, tetapi dengan masalah harus diselesaikan, dicarikan solusi, dihadapi dengan tegar dan tidak dihindari. Hidup harus berani menerima masalah. Sebaliknya, jika tak berani menerima masalah tak usah hidup. Selain masalah, orang hidup juga dihadapkan dengan kesibukan. Dan semakin bertambah usia, sibuknya semakin bertambah. Tetapi dengan semua itu akan teratasi apabila seseorang bisa meluangkan waktu bukan menunggu waktu luang. Ternyata, hidup dengan masalah dan kesibukan dengan prinsip meluangkan waktu masih bisa digunakan untuk membaca. Dengan membaca seseorang bisa memperkaya diri. Orang sibuk seperti pengusaha, atau birokat yang bisa menelurkan sebuah karya tak ...

Membaca Kehidupan Menuju Titik Kulminasi

  Oleh : Imam Agus Taufiq Ayat Al Qur'an turun pertama kali adalah surat al-'Alaq ayat 1 sampai dengan ayat 5. Ketepatan ayat itu perintah untuk membaca. Membaca yang didasarkan pada menyebut nama Dzat Yang Maha Agung yaitu Allah SWT sebagai Tuhan yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Lantas mengapa perintah membaca di situ ditekankan untuk menyebut asma Allah SWT Yang Maha Pemurah? Ternyata dalam perintah itu, mengandung makna bahwa suatu pekerjaan yang bernilai positif hendaknya dimulai dengan basmalah agar pahalanya tidak terputus. Apalagi membaca untuk menuju titik kulminasi. Tak ada salahnya kalau dimulai dengan basmalah. Arti kata kulminasi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah (1) puncak tertinggi; tingkatan tertinggi; dan (2) titik tertinggi yang dicapai suatu benda langit dalam peredaran (semunya) mengelilingi bumi (seperti matahari mencapai titik kulminasi pukul 12.00). Pada saat titik kulminasi ini maka posisi matahari akan tepat berada diat...

Memaknai Hari Sumpah Pemuda di Era Pandemi

Oleh : Imam Agus Taufiq Hari ini 28 Oktober 2020 kita bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda.  Tak terasa 92 tahun sudah kita memperingatinya.  Peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap tahun bukan sekedar ceremonial saja,  tetapi sebagai warga negara harus bisa mengambil hikmah dari sejarah masa lalu dan layaknya dijadikan sebuah pelajaran berharga bagi kita semua.  Sumpah pemuda merupakan tonggak bersejarah dan sangat penting bagi bangsa Indonesia.  Menurut penulis buku "Memaknai Sumpah Pemuda di Era Reformasi" yaitu Sutejo K Widodo,  bahwa peran sumpah pemuda sendiri begitu besar karena kemerdekaan tak akan diperoleh seandainya tidak ada sumpah pemuda.   Coba bisa kita bayangkan, betapa susahnya kita apabila saat ini bangsa Indonesia masih terjajah?  Tentu kita tidak bisa leluasa walaupun berada di tanah air sendiri.  Kita harus ingat dan bersyukur, menghargai betapa besar jasa para pahlawan di masa itu telah rela berkorban mencu...

Tiga Kebahagian Dalam Berumah Tangga

Oleh : Imam Agus Taufiq Manusia diciptakan Allah SWT dalam bentuk yang sempurna.  Kesempurnaan manusia dalam makhluk ciptaanNya tidak cuma sebuah kebanggaan, tetapi kesumpurnaan tadi harus kita rawat dan kita syukuri. Syukur di sini adalah dengan memaksimalkan nikmat untuk arah ketaatan kepadaNya.   Selain manusia diciptakan dalam bentuk yang sempurna,  Allah selaku sang pencipta juga menciptakan manusia untuk berpasang-pasangan.  Ada laki-laki dan perempuan untuk saling mengenal.  Dan proses saling mengenal akan mempunyai lipat ganda apabila diwujudkan dengan ikatan pernikahan secara sah menurut agama dan undang-undang pemerintahan.  Bersambung... 

Hari Santri Nasional 2020

 Oleh : Imam Agus Taufiq Hari ini, Kamis 22 Oktober 2020 kita memperingati Hari Santri Nasional.  Tak terasa lima tahun sudah peringatan HSN kita rayakan dengan upacara bendera.  Peringatan HSN ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober melalui Kepres Nomor 22 tahun 2015. Keputusan tersebut ternyata ditanda tangani Presiden Joko Widodo pada tanggal 15 Oktober 2015 . Dasar Kepres adalah pasal 4 ayat 1 UUD Negara Indonesia tahun 1945.  Penetapan HSN oleh presiden Joko Widodo ternyata mengacu pada beberapa pertimbangan. Salah satunya,  diperingati HSN 22 Oktober karena merujuk pada ditetapkannya  seruan resolusi jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 oleh para santri dan ulama pondok pesantren dari berbagai penjuru Indonesia yang mewajibkan setiap muslim untuk membela tanah air dan mempertahankan NKRI dari serangan penjajah.   Peringatan HSN tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.  Karena musim Pandemi yang tak kunjung pergi...