Langsung ke konten utama

Dibalik Lafadz Basmalah

 Oleh: 

Imam Agus Taufiq



Perlu diketahui bahwa Bismillah ternyata mengandung banyak keberkahan. Siapa saja yang membiasakan membaca basmalah, maka akan berhasil segala yang dicita-citakan dan akan selalu dihormati dalam kehidupan masyarakat.

Ternyata kitab-kitab yang Allah turunkan dari langit ke bumi ada 104. Lampiran nabi Syits ada 60, lampiran nabi Ibrahim 30, lampiran nabi Musa sebelum kitab Taurat ada 10, dan kitab Taurat, Injil, Zabur serta Al Qur'an. Seluruh makna kitab-kitab tersebut terkumpul dalam surat Al Fatihah, kandungan surat Alfatihah terangkum dalam basmalah. Sedangkan kandungan makna basmalah tercakup dalam Ba' nya lafadz basmalah.

Ada dua kisah menarik kaitan dalam lafadz bismillah. Pertama, seorang alim yang shaleh tertimpa sakit berat. Berobat ke mana-mana dokter tak sanggup mengobati sakitnya. Lalu alim tadi merenungkan kembali tentang rahasia dibalik bacaan basmalah. Seketika itu alim membiasakan membaca basmalah sebanyak-banyaknya tanpa membatasi bilangan jumlahnya. Akhirnya Allah swt menyembuhkan penyakit lantaran berkah basmalah. 

Kedua, ada seorang wanita yang mempunyai suami munafik. Setiap akan berbicara maupun mengerjakan sesuatu, wanita itu selalu membiasakan membaca basmalah. Melihat itu, suaminya tidak senang dengan kebiasaan isterinya, dan ada niatan untuk mempermalukan isterinya. Suaminya bersumpah demi Allah saya pasti akan mempermalukan si isteri. Suami bergegas menyerahkan sekantong dinar kepada isterinya seraya mengatakan: "Peliharalah uang ini jangan sampai hilang!". Kemudian uang disimpan dalam almari dan dalam keadaan dikunci. 

Pada suatu hari secara sembunyi-bunyi, sang suami punya niatan jahat untuk mengambil kantong uang itu, dan dibuanglah kantong itu ke sumur yang berada di pekarangan rumahnya. Suatu ketika sang suami menanyakan uang yang ada di kantong kepada sang isteri, dan meminta menyerahkan kantong  uang itu kepada-nya. Wanita itupun bergegas menuju almari tempat penyimpanan uang. Dengan langkah mantap dan mengucapkan basmalah almari dibuka. Secepatnya Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril untuk segera mengambilkan kantong Dinar dan mengembalikan di tempat semula. Wanita itu meletakkan tangannya dan mengambil kantong. Ternyata kantong uang dinar masih berada di tempat semula. Segeralah sang isteri menyerahkan kantong Dinar kepada suami. Alangkah kagumnya suami itu, spontan ia bertaubat kepada Allah swt atas kemunafikan-nya.

Ternyata basmalah memiliki faedah yang maha dahsyat. Basmalah memiliki keistimewaan besar, manfaat yang banyak, dan makna mendalam. Basmalah menjadi bukti, bahwa ketika Allah swt berkehendak sesuatu maka seketika langsung jadi. Bahkan dalam memulai hal positif disunnahkan membaca basmalah supaya tidak terputus dan potensi keberkahan. 


Kalidawir, Kamis Wage 31 Agustus 2023.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejaring Santri Tegalsari Ponorogo di Tulungagung

Oleh: Imam Agus Taufiq Jejaring Pesantren Tegalsari Ponorogo yang ada di Tulungagung dapat diungkap melalui salah satu ipar Kyai Muhammad Ageng Besari, yaitu Raden Witono/ Syekh Hasan Ghozali yang berkiprah di Tulungagung. Hasil pernikahannya dengan Nyai Jarakan, Syekh Hasan Ghozali memiliki putra-putri antara lain  Kyai Imam Jauhari Mahmud (Notorejo Gondang Tulungagung), Kyai Muntaha (Mbah Muntaha Jarakan Gondang Tulungagung), Kyai Gembrang Serang ( Kyai Ageng Nur Rahmatullah), dan Nyai Robi'ah. Nama lain Syekh Hasan Ghozali Kalangbret, Tulungagung adalah Kyai Ageng Witono atau Kyai Naib Witono atau Kyai Mangun Witono. Mengapa disebut Mbah Witono karena Syekh Hasan Ghozali merupakan sosok yang pertama kali mengadakan kajian-kajian Islam (wiwitane ono: Jawa) di daerah Kalangbret Tulungagung. Syekh Hasan Ghozali sering bersilaturrahmi dengan keluarga-keluarga dari Raden Setro Menggolo ( Syekh Abu Naim Fathullahyang makamnya terletak di barat makam Sentono Lodoyo Blitar) dan Raden Ra...

Ketentraman Hati

 Oleh : Imam Agus Taufiq Di tahun 2021 tentunya setiap orang mempunyai harapan baru. Saya yakin bahwa dengan bergulirnya  tahun baru seiring perjalanan ruang dan waktu pasti mereka ingin menjadikan apa yang mereka kerjakan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Mengingat bahwa termasuk tanda-tanda orang beruntung adalah apa yang ia kerjakan hari ini harus  lebih baik dari hari kemarin, begitu juga sebaliknya. Dekade saat ini  bangsa kita dirundung yang namanya  bencana yang datang silih berganti, belum lagi musim pandemi yang tak kunjung pergi. Entah sampai kapan kita menanti dan menikmati musim pandemi. Semoga pandemi segera pergi dan harapan baru segera kita nikmati menjemput ridlo Ilahi robbi.  Sebagai masyarakat yang agamis dengan melihat situasi dan kondisi saat ini harus punya ghirrah untuk mendekatkan diri kepada Ilahi robbi. Tentunya kita sadar bahwa hanya kepadaNya kita memohon dan meminta disertai dengan ikhtiar. Dan Allah SWT tak akan merub...

Belajar dari Penulis

 Imam Agus Taufiq  Ngainun Naim adalah seorang doktor bidang Islamic Studies lulusan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Akademisi dan pegiat literasi ini lahir di Tulungagung pada 19 Juli 1975, merupakan sosok figur yang rajin membaca dan menulis. Sosok yang sekarang menjabat kepala LP2M di kampus dakwah dan peradaban IAIN Tulungagung, baginya belajar--menggali ilmu lewat membaca dan menulis adalah bagian jalan hidupnya. Sikap aktif membaca dan menulis kini terus beliau tularkan dari generasi ke generasi. Salah satunya lewat WA Group sahabat pena kita Tulungagung. Sikap aktif menulis juga beliau tuangkan ke dalam buku. Sudah banyak buku yang ditulisnya. Buku beliau yang sangat populer dan digandrungi adalah "The Power of Reading dan The Power of Writing". Dan buku yang baru terbit adalah "Menulis Itu Mudah 40 Jurus Jitu Mewujudkan Karya yang  tophit dan cetak ulang beberapa kali. Buku karya beliau banyak dijadikan bahan referensi dan rujukan mereka yang ...