Langsung ke konten utama

Postingan

Momentum Hari Guru

 Imam Agus Taufiq "Seorang yang berilmu kemudian bekerja dengan ilmunya, dia dinamakan orang besar di bawah kolong langit ini. Ia bagai matahari yang memberi cahaya orang lain, sedang ia sendiri pun bercahaya. Ibarat minyak kasturi yang baunya dinikmati orang lain. Ia sendiri pun harum."  ( Imam Al Ghazali ) Hari ini masyarakat  Indonesia memperingati hari guru nasional. Hari guru nasional ini tak terlepas dari lahirnya persatuan guru republik Indonesia (PGRI). Sejarah panjang menjadikan tanggal 25 November sebagai peringatan hari guru nasional. Guru adalah sosok yang rela mencurahkan sebagian waktunya untuk mendidik siswa. Salah satu julukan familiar yang diberikan pada sosok guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, hal ini mengidentifikasi bahwa guru mempunyai peran dan jasa yang besar sehingga sosok guru disebut pahlawan. Rupanya dengan sebutan guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa,  seorang guru harus  berupaya meningkatkan kualitas pribadi dan sosialnya guna...

Dialog Keagamaan

 Agus Taufiq Malam itu tepatnya hari Senin malam Selasa 8 November 2021 FORSIS Tulungagung bersama LBM MWC NU Kalidawir menggelar acara dialog keagamaan dengan tema "Moderasi beragama di tengah kemajemukan bangsa". Acara ini digelar dalam rangka memperingati HSN tahun 2021.  Melihat bangsa Indonesia yang majemuk, maka santri harus menjadi pioner dalam menegakkan moderasi beragama. Pengarustamaan moderasi beragama terus di gaung gemakan dan moderasi beragama muncul karena bangsa Indonesia punya problem ancaman kelompok ekstremisme, radikal, ujaran kebencian hingga retaknya hubungan antar umat beragama.  Hal ini dimaksudkan untuk menangkal paham ekstrimesme, radikalisme, ujaran kebencian hingga retaknya hubungan antar umat beragama.  Sejalan dengan hal tersebut, maka moderasi beragama harus dipahami oleh semua lapisan masyarakat agar tujuan utamanya tercapai sesuai sasaran yang dimaksudkan. Lantas, apakah sebenarnya modeasi beragama itu ?. Moderasi menurut bahasa Indon...

Semua Tergantung Niat

Oleh : Agus Taufiq Sudah beberapa bulan saya merasakan jari jemari terasa kaku, rasanya amat berat sekali untuk menggerakkan agar lentur seperti sedia kala untuk menuangkan celoteh belaka yang jauh dari sarat kalimat yang penuh makna. Sebenarnya untuk menjadikan jari jemari agar kelihatan lebih lentur, itu semua tergantung niatnya. Segala tindakan atau perbuatan itu tergantung niat atau maksud (intention). Begitu juga untuk menjadikan jari jemari lentur  dalam menulis sebuah artikel. Menurut saya niat bagaikan jiwa, roh. Hal ini sejalan dengan hadits Nabi Muhammad SAW."Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya, setiap orang akan dibalas berdasarkan apa yang dia niatkan." Itulah sebabnya mengapa niat itu penting dalam setiap gerak-gerik atau tindakan, termasuk menulis. Ada sebuah ilustrasi agar mudah dalam memahami niat, diantaranya seperti apa yang diutarakan McClelland di dalam Siswanto (2014) mempertanyakan mengapa bangsa-bangsa tertentu yang rakyat...

Kelola Emosi untuk Kebaikan Hidup

 Agus Taufiq  "Barang siapa menahan amarahnya padahal mampu melupakannya, Allah SWT akan memanggilnya dihadapan para makhluk pada hari kiamat untuk memberinya pilihan bidadari yang ia inginkan."  (HR. Abu Daud. Ibnu Majah) Acap kali kita sering mendengar kata emosi, dan terjadi salah kaprah mengasosiasikannya dengan kemarahan yang lepas kontrol. Padahal, emosi sebetulnya merupakan segala perasaan dalam diri bisa berupa perasaan negatif dan positif. Perasaan negatif seperti marah, kesal, cemas, dan takut, sedangkan perasaan positif seperti kegembiraan, semangat, suka cita, dan senang. Namanya seseorang pasti ingin sukses. Kesuksesan seseorang dapat ditentukan oleh emosinya. Tugas seseorang adalah bagaimana mengolah emosi tersebut agar senantiasa berada dalam kondisi positif sehingga mampu memberikan hasil yang  baik.  Emosi sebenarnya merupakan energi yang bergerak. Ia tak dapat dimusnahkan tetapi bisa dikelola atau dikendalikan, melepas emosi yang negatif dan be...

Singa Podium Mengaung

 Agus Taufiq Dunia maya dihebohkan dengan ceramah ustadz Adi Hidayat yang mengatakan bahwa doa iftitah itu tidak ada di hadits shohih bahkan di hadits palsu pun tidak ada. Bagi pengagum beliau oke lah percaya itu sah-sah saja. Tapi bagi santri hadratus syeikh Hasyim As'ari tak boleh menelan mentah-mentah, apalagi percaya 100 persen ustasdz yang notabennya di luar NU. Mohon maaf di sini saya bukan ada niatan untuk mengadu domba, tapi dalam tradisi NU bertabayyun dan mencari atau mengecek pada kitab babon itu lebih penting. Sehingga menelaah sumber asli untuk keshohihan dan kepentingan umat agar tak tersesat itu lebih penting.  

Syukur Tanpa Batas.

 Agus Taufiq شكرا يكون سبب المزيد # لعبده من فضله المديد (نظم القواعد الفقهيه) Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan curahan taufiq, hidayah, inayah kepada saya yang nilainya tak terhingga. Sebab sampai detik ini masih memberikan kemurahan kepada saya berupa kenikmatan kesehatan jasmani dan ruhani, bisa menghirup udara segar mulai dari hitungan detik, menit, jam mulai saya dilahirkan sampai saat ini. Untung banget, Allah SWT sebagai dzat yang Maha kasih dan sayang tak minta imbalan sepeser pun dari setiap hembusan nafas. Sungguh dzat yang Maha adil dan bijaksana tanpa melihat warna kulit, suku, agama, jenis kelamin dalam mencurahkan kasih sayangNya. Sungguh dzat yang mempunyai keagungan dan kemulyaan, dzat yang kekal abadi selamanya. Hari ini tepatnya Jumat 3 September 2021 merupakan hari ulang tahun saya. Banyak ucapan ulang tahun di medsos baik  dari guru, kolega, senior, keluarga, dan inspirator dalam hidup saya. Kiranya patut saya ucapkan terima ka...

Moment Muharram

 Agus Taufiq Hari ini tepatnya Ahad 29 Agustus 2021  masyarakat dusun Joho menggelar acara santunan anak yatim yang bertempat di masjid Ali Al-Hasan dusun Joho tepatnya pada tanggal 20 Muharram 1443 H. Mengingat  Muharram merupakan bulan mulia sebagaimana dijelaskan di surat at-Taubah : 36 " Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah SWT ada dua belas, dalam ketetapan Allah SWT Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat ini,  dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasannya Allah SWT beserta orang-orang yang bertakwa."  Dan empat bulan itu dijelaskan oleh baginda Agung Rasulullah SAW dalam hadits Bukhori-Muslim yang artinya : "Setahun berputar sebagaimana keadaan sejak Allah SWT menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan har...