Langsung ke konten utama

Moment Muharram

 Agus Taufiq


Hari ini tepatnya Ahad 29 Agustus 2021  masyarakat dusun Joho menggelar acara santunan anak yatim yang bertempat di masjid Ali Al-Hasan dusun Joho tepatnya pada tanggal 20 Muharram 1443 H. Mengingat  Muharram merupakan bulan mulia sebagaimana dijelaskan di surat at-Taubah : 36 " Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah SWT ada dua belas, dalam ketetapan Allah SWT Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat ini,  dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasannya Allah SWT beserta orang-orang yang bertakwa." 


Dan empat bulan itu dijelaskan oleh baginda Agung Rasulullah SAW dalam hadits Bukhori-Muslim yang artinya : "Setahun berputar sebagaimana keadaan sejak Allah SWT menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulan berturut-turut yaitu Dzulqo'dah, Dzulhijjaah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil akhir dan Sya'ban". (HR. Bukhori no. 3197 dan Muslim no. 1679).


Dalam tafsir Fahrir Razi dijelaskan bahwa setiap perbuatan maksiat di bulan Muharram akan mendapat siksa lebih dahsyat. Dan begitu pula sebaliknya, perilaku ibadah pada Allah SWT akan dilipat gandakan pahalanya. Beliau mengatakan : 

ومعنى الحرام ان المعصية فيها اشد عقابا. والطاعة فيها اكثر ثوابا  

Melihat kemuliaan bulan Muharram tentu akan mempunyai nilai plus apabila diisi dengan ibadah dan amal saleh. Seperti apa yang dikatakan Ibnu 'Asyur kemuliaan bulan tertentu tidak mutlak berarti kemuliaan umat Islam secara ototomatis. Kemuliaan umat Islam mengandung syarat, yakni apabila mereka mau mengisi waktu kusus dengan amal saleh dan akhlakul karimah. Arti amal saleh dan akhlaqul karimah sangat luas mencakup ibadah kepada Allah SWT dan berhubungan dengan masyarakat atau sikap kita terhadap alam lingkungan kita. Sebenarnya amalan di bulan Muharram itu sangat banyak, tetapi secara umum ada dua yaitu puasa dan menyantuni anak yatim.


Keutamaan puasa Asyura telah dijelaskan dalam hadits, bahwasannya nabi Muhammad SAW bersabda: 

افضل الصيام بعد رمضان شهرالله المحرم...

"Keutamaan puasa setelah bulan Ramadhan adalah bulan Allah yaitu Muharram"

Kemudian dalam kitab Tanbihul Qofilin juga disebutkan keutamaan puasa Muharram yaitu :

من صام يوم عاشوراء من المحرم اعطاه الله تعالى ثواب عشرة الاف ملك. ومن صام يوم عاشوراء من المحرم اعطي ثواب عشرة الاف حاج ومعتمر وعشرة الاف شهيد. ومن مسح يده على راءس يتيم يوم عاشوراء رفع الله تعالى له بكل شعرة درجة.

"Barang siapa yang berpuasa Asyura dari bulan Muharram maka Allah akan memberi pahala sepuluh ribu malaikat. Dan barang siapa berpuasa Asyura dari bulan Muharram maka Allah memberikan pahala sepuluh ribu haji dan berumrah. Dan barang siapa mengusap kepala anak yatim di hari Asyura maka Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusap". 


Kedua menyantuni anak yatim dan secara garis besar fakir miskin. Menyantuni anak yatim  tidak cuma mengusap kepalanya, tetapi apabila kita diberi keluasan rizqi alangkah baiknya kita santuni dengan memberikan makan, pakaian, uang atau pendidikan yang layak sampai dewasa. Bahkan menyantuni anak yatim tidak harus pada bulan Muharram tetapi setiap saat. Melihat pahala menyantuni anak yatim jaminan surga setingkat dengan Nabi Muhammad SAW. 

Nabi Muhammad SAW menjelaskan bagi orang yang menyantuni, memuliakan, dan mengasihi anak yatim akan mendapatkan surga yang jaraknya bagaikan antara jari telunjuk dan jari tengah.

اناوكافيل اليتيم فى الجنة هكذا. وقال باصبعيه السبابة والوسطى

Demikian tadi kemuliaan Asyura, dan semoga kita termasuk orang yang selalu berusaha beramal saleh dan peduli terhadap sesama dan berbagi tanpa menyia-nyiakan kesempatan hidup yang Allah SWT berikan.Aamiin...


Kalidawir, 29 Agustus 2020.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejaring Santri Tegalsari Ponorogo di Tulungagung

Oleh: Imam Agus Taufiq Jejaring Pesantren Tegalsari Ponorogo yang ada di Tulungagung dapat diungkap melalui salah satu ipar Kyai Muhammad Ageng Besari, yaitu Raden Witono/ Syekh Hasan Ghozali yang berkiprah di Tulungagung. Hasil pernikahannya dengan Nyai Jarakan, Syekh Hasan Ghozali memiliki putra-putri antara lain  Kyai Imam Jauhari Mahmud (Notorejo Gondang Tulungagung), Kyai Muntaha (Mbah Muntaha Jarakan Gondang Tulungagung), Kyai Gembrang Serang ( Kyai Ageng Nur Rahmatullah), dan Nyai Robi'ah. Nama lain Syekh Hasan Ghozali Kalangbret, Tulungagung adalah Kyai Ageng Witono atau Kyai Naib Witono atau Kyai Mangun Witono. Mengapa disebut Mbah Witono karena Syekh Hasan Ghozali merupakan sosok yang pertama kali mengadakan kajian-kajian Islam (wiwitane ono: Jawa) di daerah Kalangbret Tulungagung. Syekh Hasan Ghozali sering bersilaturrahmi dengan keluarga-keluarga dari Raden Setro Menggolo ( Syekh Abu Naim Fathullahyang makamnya terletak di barat makam Sentono Lodoyo Blitar) dan Raden Ra...

Ketentraman Hati

 Oleh : Imam Agus Taufiq Di tahun 2021 tentunya setiap orang mempunyai harapan baru. Saya yakin bahwa dengan bergulirnya  tahun baru seiring perjalanan ruang dan waktu pasti mereka ingin menjadikan apa yang mereka kerjakan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Mengingat bahwa termasuk tanda-tanda orang beruntung adalah apa yang ia kerjakan hari ini harus  lebih baik dari hari kemarin, begitu juga sebaliknya. Dekade saat ini  bangsa kita dirundung yang namanya  bencana yang datang silih berganti, belum lagi musim pandemi yang tak kunjung pergi. Entah sampai kapan kita menanti dan menikmati musim pandemi. Semoga pandemi segera pergi dan harapan baru segera kita nikmati menjemput ridlo Ilahi robbi.  Sebagai masyarakat yang agamis dengan melihat situasi dan kondisi saat ini harus punya ghirrah untuk mendekatkan diri kepada Ilahi robbi. Tentunya kita sadar bahwa hanya kepadaNya kita memohon dan meminta disertai dengan ikhtiar. Dan Allah SWT tak akan merub...

Belajar dari Penulis

 Imam Agus Taufiq  Ngainun Naim adalah seorang doktor bidang Islamic Studies lulusan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Akademisi dan pegiat literasi ini lahir di Tulungagung pada 19 Juli 1975, merupakan sosok figur yang rajin membaca dan menulis. Sosok yang sekarang menjabat kepala LP2M di kampus dakwah dan peradaban IAIN Tulungagung, baginya belajar--menggali ilmu lewat membaca dan menulis adalah bagian jalan hidupnya. Sikap aktif membaca dan menulis kini terus beliau tularkan dari generasi ke generasi. Salah satunya lewat WA Group sahabat pena kita Tulungagung. Sikap aktif menulis juga beliau tuangkan ke dalam buku. Sudah banyak buku yang ditulisnya. Buku beliau yang sangat populer dan digandrungi adalah "The Power of Reading dan The Power of Writing". Dan buku yang baru terbit adalah "Menulis Itu Mudah 40 Jurus Jitu Mewujudkan Karya yang  tophit dan cetak ulang beberapa kali. Buku karya beliau banyak dijadikan bahan referensi dan rujukan mereka yang ...