Langsung ke konten utama

Tanda-tanda Cinta Kepada Allah




Oleh: 

Imam Agus Taufiq



تعصى الإله وتظهر حبه # هذا محال فى الفعال بديع 

لوكان حبك صادقالأ طعته # لأن المحب لمن يحب مطيع 


Seorang yang cinta itu pasti berusaha mengorbankan sesuatu untuk yang dicintainya.  Ia rela berkorban, siap siaga demi  yang dicintainya tidak kecewa. Begitu juga seorang yang cinta kepada Allah swt pasti berusaha semaksimal mungkin untuk yang terbaik. Seorang yang cinta Allah, tentu saja ada tanda-tandanya. 

Mengutip apa yang dikatakan Usman bin Hasan Ahmad Asy-Syakir Al-Khubu dalam kitab  Durratun Nasihin fil-Wa'dzi wal-Irsyad, berkata Siti Aisyah r.a: "Barang siapa cinta kepada Allah swt, Ia akan memperbanyak dzikir kepada-Nya, dan sebagai ganjaranya Allah akan ingat pula padanya dengan rahmat dan ampunan-Nya, memasukkannya ke dalam surga bersama Nabi-nabi-Nya dan hamba-hamba kecintaan-Nya dan memberinya kehormatan melihat keagungan-Nya. Dan barang siapa men intai nabi Muhammad saw, ia akan memperbanyak bacaan salawat kepada-Nya, dan sebagai pahalanya orang itu akan memperoleh syafaat-Nya dan menemani-Nya di surga. 

Imam Al-Ghazali menerangkan, bahwa tanda-tanda orang yang cinta kepada Allah swt ialah: Pertama, orang itu selalu ingat mati, sebab kematian adalah perjumpaan dengan "Sang kekasih" yaitu Allah swt. Kedua, orang itu dengan suka rela ingin berkurban untuk Allah dan ingin mendekatkan dirinya kepada Allah swt. Ketiga, orang itu akan selalu ingat kepada Allah, dan ingat kepada-Nya akan membawa kesegaran bagi jiwanya. Keempat, orang itu akan cinta pula pada firman-firman Allah swt yaitu al-Qur'an dan cinta kepada rasul-Nya yaitu  nabi Muhammad saw. Kelima, orang itu akan merasa ringan dan senang hati beribadah kepada Allah swt. Keenam, orang itu akan cinta pula pada orang-orang yang berbakti kepada Tuhan, dan benci kepada kaum kafir dan munafik. 

Pada suatu ketika nabi Muhammad bertanya kepada Allah swt: Yaa Allah, siapakah kekasih Engkau? Seraya Allah swt menjawab: "Mereka yang tetap bersatu dengan-Ku seperti seorang bayi yang bersatu dengan ibunya, berlindung dalam ingat kepada-Ku seperti seekor burung mencari perlindungan dalam sarangnya, dan gusar melihat dosanya sebagai singa yang gusar karena takut akan sesuatu". 

Yaa Allah swt, jadikan  hamba yang selalu cinta kepada-Mu. Mengetahui tanda-tanda cinta kepada-Nya akan benar-benar menambah ketaatan kepada-Nya. Rasanya mustahil orang yang mengaku cinta, tetapi tak berkurban dan mentaati yang dicintainya. 



Kalidawir, 7 Nopember 2023. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejaring Santri Tegalsari Ponorogo di Tulungagung

Oleh: Imam Agus Taufiq Jejaring Pesantren Tegalsari Ponorogo yang ada di Tulungagung dapat diungkap melalui salah satu ipar Kyai Muhammad Ageng Besari, yaitu Raden Witono/ Syekh Hasan Ghozali yang berkiprah di Tulungagung. Hasil pernikahannya dengan Nyai Jarakan, Syekh Hasan Ghozali memiliki putra-putri antara lain  Kyai Imam Jauhari Mahmud (Notorejo Gondang Tulungagung), Kyai Muntaha (Mbah Muntaha Jarakan Gondang Tulungagung), Kyai Gembrang Serang ( Kyai Ageng Nur Rahmatullah), dan Nyai Robi'ah. Nama lain Syekh Hasan Ghozali Kalangbret, Tulungagung adalah Kyai Ageng Witono atau Kyai Naib Witono atau Kyai Mangun Witono. Mengapa disebut Mbah Witono karena Syekh Hasan Ghozali merupakan sosok yang pertama kali mengadakan kajian-kajian Islam (wiwitane ono: Jawa) di daerah Kalangbret Tulungagung. Syekh Hasan Ghozali sering bersilaturrahmi dengan keluarga-keluarga dari Raden Setro Menggolo ( Syekh Abu Naim Fathullahyang makamnya terletak di barat makam Sentono Lodoyo Blitar) dan Raden Ra...

Ketentraman Hati

 Oleh : Imam Agus Taufiq Di tahun 2021 tentunya setiap orang mempunyai harapan baru. Saya yakin bahwa dengan bergulirnya  tahun baru seiring perjalanan ruang dan waktu pasti mereka ingin menjadikan apa yang mereka kerjakan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Mengingat bahwa termasuk tanda-tanda orang beruntung adalah apa yang ia kerjakan hari ini harus  lebih baik dari hari kemarin, begitu juga sebaliknya. Dekade saat ini  bangsa kita dirundung yang namanya  bencana yang datang silih berganti, belum lagi musim pandemi yang tak kunjung pergi. Entah sampai kapan kita menanti dan menikmati musim pandemi. Semoga pandemi segera pergi dan harapan baru segera kita nikmati menjemput ridlo Ilahi robbi.  Sebagai masyarakat yang agamis dengan melihat situasi dan kondisi saat ini harus punya ghirrah untuk mendekatkan diri kepada Ilahi robbi. Tentunya kita sadar bahwa hanya kepadaNya kita memohon dan meminta disertai dengan ikhtiar. Dan Allah SWT tak akan merub...

Belajar dari Penulis

 Imam Agus Taufiq  Ngainun Naim adalah seorang doktor bidang Islamic Studies lulusan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Akademisi dan pegiat literasi ini lahir di Tulungagung pada 19 Juli 1975, merupakan sosok figur yang rajin membaca dan menulis. Sosok yang sekarang menjabat kepala LP2M di kampus dakwah dan peradaban IAIN Tulungagung, baginya belajar--menggali ilmu lewat membaca dan menulis adalah bagian jalan hidupnya. Sikap aktif membaca dan menulis kini terus beliau tularkan dari generasi ke generasi. Salah satunya lewat WA Group sahabat pena kita Tulungagung. Sikap aktif menulis juga beliau tuangkan ke dalam buku. Sudah banyak buku yang ditulisnya. Buku beliau yang sangat populer dan digandrungi adalah "The Power of Reading dan The Power of Writing". Dan buku yang baru terbit adalah "Menulis Itu Mudah 40 Jurus Jitu Mewujudkan Karya yang  tophit dan cetak ulang beberapa kali. Buku karya beliau banyak dijadikan bahan referensi dan rujukan mereka yang ...