Langsung ke konten utama

Postingan

Dibalik Lafadz Basmalah

 Oleh:  Imam Agus Taufiq Perlu diketahui bahwa Bismillah ternyata mengandung banyak keberkahan. Siapa saja yang membiasakan membaca basmalah, maka akan berhasil segala yang dicita-citakan dan akan selalu dihormati dalam kehidupan masyarakat. Ternyata kitab-kitab yang Allah turunkan dari langit ke bumi ada 104. Lampiran nabi Syits ada 60, lampiran nabi Ibrahim 30, lampiran nabi Musa sebelum kitab Taurat ada 10, dan kitab Taurat, Injil, Zabur serta Al Qur'an. Seluruh makna kitab-kitab tersebut terkumpul dalam surat Al Fatihah, kandungan surat Alfatihah terangkum dalam basmalah. Sedangkan kandungan makna basmalah tercakup dalam Ba' nya lafadz basmalah. Ada dua kisah menarik kaitan dalam lafadz bismillah. Pertama, seorang alim yang shaleh tertimpa sakit berat. Berobat ke mana-mana dokter tak sanggup mengobati sakitnya. Lalu alim tadi merenungkan kembali tentang rahasia dibalik bacaan basmalah. Seketika itu alim membiasakan membaca basmalah sebanyak-banyaknya tanpa membatasi bilang...

Usaha Dadi Wong Apik

 Dening : Agus Taufiq Urip iku  paribasan mung mampir ngombe. Mula Iku kudu tatak lan jejek tansah budidaya kapriye supaya dadi wong apik. Usaha sadar diri supaya dadi wong apik, iku bedho banget kaliyan supaya apik disawang wong liyo. Yen tujuane supaya disawang apik iku niatan sing ora bener.  Usaha dadi wong apik iku paling ora didasari kanthi patang perkoro. Patang perkoro iku, kudu tansah dilakoni dewe keno diwakilake. Kudu tansah mawi proses panjang, ora serba instan. Patang perkoro iku, kudu dilakoni mulai sak iki. Ora keno ditundo-tundo yen kepengen nglakoni. Patang perkoro sing kudhu dilakoni pertama, kudu duwe ilmu. Ilmu iku penting kanggo dasar lan pengertian tur ugo weruh. Kerono yen ora duwe ilmu, nglakoni opo wae bakal sia-sia tur ugo ditolak. وكل من بغير علم يعمل # اعماله مردودة  لاتقبل Sing kapindo, kudu ngamalne. Sak wise duwe ilmune, proyogine kedah dicakne ilmune. Nglakoni opo sing diduweni soko tholabul ilmi mau. Ibarate yen ilmu iku dilakoni, kad...

Salam 3B

  Oleh : Imam Agus Taufiq  Sore kemarin habis salat Asar sambil leyeh-leyeh dan menikmati secangkir kopi, tiba-tiba ada pesan masuk di gadget. Tanpa basa-basi saya langsung menuju gadget yang ada di meja televisi, mata melotot menatap gadget sembari membuka pesan masuk, kondisi badan yang lelah seketika itu menjadi fit.Tak saya sangka dan kira, ternyata pesan itu dari sahabat-sahabat IPNU yang sengaja ingin silaturrahim,  saya pun mengiyakan sembari berkata pintu terbuka lebar untuk sahabat-sahabat IPNU.  Sepuluh menit kemudian datanglah sahabat-sahabat IPNU parkir di depan rumah. Saat itu juga saya mempersilahkan masuk dan mereka pun masuk dengan mengucapkan salam, seraya saya jawab salam sambil mempersilahkan duduk.  Mulailah obrolan demi obrolan antara saya dengan mereka terasa gayeng sambil menikmati camilan ala kadarnya. Nampaknya obrolan demi obrolan antara saya dan mereka mulai mencair. Sharing pengalaman kepada mereka  menjadikan teringat masa lalu ...

Sarjana Zaman Now Sarjana Berperadaban

Oleh : Imam Agus Taufiq Hari Jumat tepatnya tanggal 19 Mei 2023 diselenggarakan konferensi cabang ikatan sarjana Nahdlatul Ulama ke- 4 yang bertempat di pendopo Mekarsari Tunggulsari kecamatan Kedungwaru kabupaten Tulungagung. Konferensi cabang ISNU kabupaten Tulungagung ini digelar dengan rangkaian acara padat merayap mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB, alhamdulillah acara berjalan lancar. Sengaja saya tidak membahas rangkaian acara perhelatan konferensi cabang ISNU ke- 4 ini, hal yang terpenting bagi saya siapapun yang menjadi nahkoda  ISNU cabang Tulungagung wajib baginya menjadikan ISNU lebih baik dari tahun kemarin dan harus ada peningkatan secara terus-menerus. Tentu ini merupakan tugas yang berat, tetapi tugas berat ini  menjadi ringan apabila ada niatan dari seluruh anggota untuk bangkit  menuju ISNU Tulungagung is the best terus berinovasi yang tiada henti dan  butuh kerja keras team work yang solid.  Keberadaan ISNU di zaman mayapada ...

Silaturrahim selengket prangko

Oleh:  Imam Agus Taufiq Moment idul fitri tak boleh lewat begitu saja, silaturrahim sanak saudara, orang tua, tetangga, guru, kiai  merupakan menu wajib tiap tahun. Selain itu, silaturrahim kolega, teman seperjuangan juga menjadi rutinitas tanpa batas. Meskipun dunia maya menjadi solusi mudah untuk silaturrahim antar kolega, rasanya kurang afdol jika tiada ruang dan luang waktu untuk tatap muka. Hari Kamis 27 April 2023 saya dan kang Yazid punya niatan untuk silaturrahim keluarga ndalem Maron Srengat Blitar. Tujuannya tak lain adalah silaturrahim ning Maya sapaan akrabnya. Setiba di kediaman ndalem ning Maya, seraya mengucapkan salam langsung dipersilahkan masuk, dan kami pun berjabat tangan saling bermaaf-maafan lahir batin.  Sambil menikmati hidangan, kami  saling sapa menanyakan kabar dan obrolan santai pun dimulai. Saling sharing, cerita perjalanan hidup yang serasa premen Nano-nano asam manis, saling motivasi berjalan mulai pukul 19.00 sampai 22.00 terasa cepat ...

Menjadi muslim sempurna

Oleh :  Imam Agus Taufiq Moment idul fitri merupakan suatu kenikmatan yang harus disukuri dengan laku ngabekti kepada Allah swt yang biasa disebut takwa dan itba' rasulullah saw dengan menjalankan sunnah-Nya.  Idul fitri merupakan moment istimewa untuk silaturrahim kepada orang tua, tetangga, saudara, guru, kiai, dan kolega. Banyak orang menggunakan kesempatan mudik di kampung halaman untuk bertemu dan sungkem kepada orang tua, saudara, tetangga, guru, kiai, kolega hal ini dilakukan karena moment idul fitri merupakan hari maaf-maafan,  memulyakan, welas asih bahkan untuk ngalap berkah. Di sisi lain, moment idul fitri juga dimanfaatkan untuk berusaha menjadi muslim yang sempurna. Lantas, bagaimanakah menjadi muslim sempurna di hari raya idul fitri?  Usaha untuk menjadi muslim sempurna pertama yang dilakukan adalah memulyakan tamu. Memulyakan tamu bisa dilakukan dengan menjamu dengan sebaik-baiknya, entah dalam wujud apapun diusahan dengan sebaik-baiknya, mempersilahka...

Idul fitri bulan Peningkatan

  Oleh:  Imam Agus Taufiq  Kawah candradimuka madrasah Ramadhaniah lewat sudah, saatnya menikmati hari kemenangan. Di saat hari kemengan tiba, lantunan takbir, tahmid, tahlil berkumandang di semua penjuru bahkan terdengar di Arsy serta mengguncangkannya. Semua dosa yang menyangkut hak dengan Allah swt terampuni sudah kecuali dosa besar butuh kosentrasi taubat sungguh-sungguh untuk mendapat ampunan-Nya. Begitu juga, hak Adami butuh yang namanya jabat tangan silaturrahmi saling memaafkan sesama tetangga, saudara, masyarakat, dan yang tak kalah penting sungkem kepada orang tua, guru, kiai. Dengan dasar jabat tangan saling memaafkan bersih sudah semua dosa yang menyangkut hak kepada sesama.  Ketika hak Allah swt dan hak Adami tertunaikan sudah, bukan berarti cukup sudah yang namanya "Idul fitri". Tapi masih ada PR besar yang harus tertunaikan. Memangnya PR apa yang harus tertunaikan? Moment idul fitri bukan sekedar maaf-maafan atau ceremonial tahunan. Tapi bagaimana madr...