Langsung ke konten utama

Postingan

Sebuah Kebahagiaan

Oleh:  Imam Agus Taufiq Sepulang buah hati dari sekolah, nampaknya mereka tahu kalau ayahnya lagi santai. Beberapa menit kemudian, tibalah saatnya adzan Dzuhur sebagai pertanda masuk shalat. Saya segera ambil air wudlu dan mengajak buah untuk segera menunaikan kewajiban shalat fardlu. Selesai menunaikan kewajiban, sepasang buah hati langsung mendekat dan menatap sang ayah sambil berkata malu-malu. Nampaknya buah hati meminta untuk diajak jalan-jalan naik sepeda motor menuju kawasan Panjerejo. Setiba di kawasan Panjerejo, ternyata sang buah hati meminta untuk mengarahkan sepeda motor melaju ke uatara menuju Kalangan Ngunut. Kurang lebih 400 meter buah hati meminta pelan-pelan. Sambil melotot mengarahkan pandangan ke arah kanan jalan dan menunjuk kedai Mixue, tanpa keberatan saya langsung mengambil ancang-ancang dan menyalakan sine kanan untuk belok menuju kedai tersebut.  Perlahan saya parkir motor pas di depan kedai seraya mematikan mesin. Tanpa basa-basi sang buah hati langsu...

Gara-gara Up date Status

 Oleh:  Imam Agus Taufiq Pagi itu saya sedang menikmati sarapan pagi dan secangkir kopi yang telah disiapkan isteri sebelum berangkat aktivitas belajar menemani anak-anak MI tetangga desa sebelah. Tak lupa sang isteri selalu mewanti- wanti budayakan sarapan sebelum memulai aktivitas. Saya lahap sarapan yang sudah disiapkan sambil duduk di kursi sambil menikmati musik nostalgia yang seolah mengingatkan akan masa lalu yang begitu syahdu. Tak terasa lahap demi lahapan sarapan telah habis. Selanjutnya, saya menuju secangkir air putih dan secangkir kopi dengan aroma yang khas di suasana pagi hari. Seruputan demi seruputan nikmatnya luar biasa seolah mengalahkan dunia seisinya. Saya pun memusatkan pandangan sebelah kiri yang ada tumpukan-tumpukan buku-buku. Secara perlahan saya menghampiri sebuah buku yang ada, kebetulan saya mengambil buku Arini Tathagati yang berjudul"Travel 101 Writing Kupas tuntas cara mudah membuat artikel dan Foto Perjalanan" sekilas membuka bukunya, ternyata...

Usaha Membangun Mood Menulis

  Oleh:  Imam Agus Taufiq Mengapa tidak menulis? Mengapa lama tidak menulis? Kiranya dua pertanyaan ini jika diajukan umumnya akan dijawab serupa, belum ada mood menulis. Solusi yang dilakukan adalah bagaimana membangun atau menciptakan mood menulis. Untuk menciptakan hal ini penting untuk menghadirkan atmosfer yang cocok untuk menulis.  Setiap penulis memiliki kebiasaan berbeda saat menulis. Misalnya seorang tokoh pahlawan nasional yang sudah banyak menelurkan banyak karya yaitu Tan Malaka di antaranya yang opus Magnum adalah Madilog (Materialisme, Dialektika, dan Logika). Tan Malaka menulis buku-bukunya dengan cara memanfaatkan jembatan keledai untuk mengingat apa yang kemudian ditulis.  Ketika masa kolonialisme Belanda, Tan Malaka menjadi pelarian bukan hanya pemerintah kolonial Belanda, namun juga pemerintah kolonial Inggris yang menguasai Malaya dan Singapura serta pemerintah Amerika Serikat yang menguasai Filipina. Dalam posisi dikejar-kejar inteljen pemerintah...

Sadar diri akan Kebaikan dan Kenikmatan Allah

Oleh: Imam Agus Taufiq Manusia yang masih bisa menghembuskan nafas senantiasa mendapatkan kebaikan dari Allah swt. Semua kenikmatan, kasih sayang yang tak pernah hilang diberikan oleh Allah swt secara murah meriah. Segala kenikmatan ini seharusnya bisa membangkitkan semakin cinta kita kepada-Nya.  Tiada tandingan bahkan saingan di dunia ini yang bisa memberikan kebahagiaan kepada manusia selain Allah swt. Semua yang ada di dunia ini merupakan anugerah pemberian-Nya. Seyogyanya, tiada yang layak untuk dicintai dengan penuh ketulusan secara total kecuali hanyalah Allah swt. Tentunya semua itu disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, manusia mencitai dirinya, keberadaannya, dan apa pun yang manusia miliki. Inilah yang membuat hidup manusia menjadi dinamis. Manusia tidak akan suka jika kesempurnaan dan keberadaannya dirusak oleh orang lain. Begitu juga dalam ihwal cinta kepada Allah, jika manusia mengenal Rabbnya pasti menyadari akan keberadaan dan  kebaikan yang diterimanya. Semua ...

Tanda-tanda Cinta Kepada Allah

Oleh:  Imam Agus Taufiq تعصى الإله وتظهر حبه # هذا محال فى الفعال بديع  لوكان حبك صادقالأ طعته # لأن المحب لمن يحب مطيع  Seorang yang cinta itu pasti berusaha mengorbankan sesuatu untuk yang dicintainya.  Ia rela berkorban, siap siaga demi  yang dicintainya tidak kecewa. Begitu juga seorang yang cinta kepada Allah swt pasti berusaha semaksimal mungkin untuk yang terbaik. Seorang yang cinta Allah, tentu saja ada tanda-tandanya.  Mengutip apa yang dikatakan Usman bin Hasan Ahmad Asy-Syakir Al-Khubu dalam kitab  Durratun Nasihin fil-Wa'dzi wal-Irsyad, berkata Siti Aisyah r.a: "Barang siapa cinta kepada Allah swt, Ia akan memperbanyak dzikir kepada-Nya, dan sebagai ganjaranya Allah akan ingat pula padanya dengan rahmat dan ampunan-Nya, memasukkannya ke dalam surga bersama Nabi-nabi-Nya dan hamba-hamba kecintaan-Nya dan memberinya kehormatan melihat keagungan-Nya. Dan barang siapa men intai nabi Muhammad saw, ia akan memperbanyak bacaan salawat kepada-Nya, ...

Tiga Perkara Pasti Datangnya

Oleh: Imam Agus Taufiq  Hidup adalah hak dan mati adalah wajib. Sekalipun hidup itu hak, bukan berarti  manusia bisa seenaknya. Hidup merupakan anugerah yang luar biasa yang harus disukuri baik secara lisan, perbuatan. Karena dengan bersukur akan ditambah nikmatnya, sebaliknya jika manusia kufur maka akan menuai azab yang pedih. Manusia sebagai makhluk yang agamis tentu anugerah hidup ini tak dibiarkan lewat begitu saja, tetapi pasti butuh yang namanya penghambaan dalam rangka merealisasikan sukur. Mengingat bahwa manusia diciptakan oleh Allah swt hanyalah untuk beribadah kepada-Nya.  Ibadah di sini tak cuma melulu merealisasikan rukun Islam yang ada lima. Selebihnya ibadah merupakan sesuatu yang mengandung energi positif dan ada bekas kemanfaatan sesama manusia. Dan semuanya itu bisa berjalan apabila ada niatan tulus tanpa ada embel-embel yang lain. Tidak ada niatan pamer, dipuji, atau ingin didengar orang lain. Memang manusia diciptakan oleh Allah swt berbeda dengan mak...

Momentum Hari Santri

 Oleh :  Imam Agus Taufiq Berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt itu penting. Caranya dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Menyadari betul atas kehadiran Allah swt kapanpun, dimana pun kita berada, dalam kondisi dan keadaan apa saja kita merasakan kehadiran Allah swt.  Takwa merupakan puncak pencapaian spiritual manusia dihadapan Allah swt. Kita berusaha sekuat tenaga untuk istikamah, berpegang teguh ajaran Islam baik urusan akidah, ibadah, akhlak dan muamalah. Berusaha konsisten menjaga ketaatan kepada Allah swt, supaya mendapatkan keridhaan-Nya selamat dunia dan akhirat.  إن الذين قالوا ربنا الله ثم استقاموا فلا خوف عليهم ولا هم يحزنون Besok lusa hari Minggu tanggal 22 Oktober 2023 merupakan hari istimewa, hari bersejarah yakni hari santri nasional. Hari santri nasional berlandaskan momentum resolusi jihad yang difatwakan oleh para kiai, ulama terdahulu ketika mereka mengusir penjajah pasukan sekutu ...