Langsung ke konten utama

Postingan

Tahun Baru Spirit Baru

Oleh : Imam Agus Taufiq Tradisi masyarakat ketika menyambut pergantian tahun baru hijriyah biasanya menggelar doa bersama, yaitu doa akhir tahun dan awal tahun. Doa akhir tahun digelar setelah waktu salat Asar sampai sebelum Magrib, dan doa awal tahun  digelar masuk waktu Magrib atau setelah Magrib. Tradisi ini sudah mendarah mendaging dilaksanakan secara turun- temurun di musholla, masjid, atau bahkan di kalangan pondok pesantren.  Ada juga tradisi menggelar doa bersama di perempatan, pertigaan, simpang lima sambil membawa takir plontang. Kedua tradisi tersebut intinya minta pertolongan kepada yang Maha Kuasa supaya dijauhkan dari segala musibah dan mendapatkan keberuntungan di tahun baru.  Tahun baru bukan hanya ceremonial yang digelar secara meriah dan kompak, tapi dibalik pergantian tahun, pasti ada hikmahnya. Hikmah pertama adalah intropeksi diri, intropeksi penting guna selalu meningkatkan kapasitas sebagai hamba sejati. Selama ini kita hanya disibukkan dengan yang ...

Minimnya Pengawasan

Oleh : Imam Agus Taufiq Anak merupakan anugerah dari Allah swt, dan anak juga merupakan titipan dari Allah swt yang harus dijaga, dididik, diarahkan. Tugas orang tua selain mendidik, menjaga, mengarahkan adalah memberikan pengawasan. Pengawasan yang saya maksud di sini adalah pengawasan terhadap kehidupan sehari-hari ketika anak berada di dalam dan luar rumah.  Sebagai orang tua memberikan pengawasan terhadap anaknya diperlukan kapan pun, dan di mana pun. Ada baiknya jika pengawasan orang tua terhadap anaknya tidak dilakukan dalam bentuk pengekangan. Karena, terlalu bersikap mengekang anak dapat menyebabkan pengaruh negatif bagi perkembangannya. Sebaliknya sangat minim pengawasan terhadap anak dan membiarkan menikmati keleluasaan juga tidak baik bagi kepribadiannya.  Minimnya pengawasan orang tua terhadap anaknya bermula dari pemberian ruang kebebasan terhadap anak. Jika terlalu bebas, maka otomatis pengawasan berkurang. Padahal memberikan pengawasan wajib, karena mau tak mau ...

Ilmu, Kirotho Angele Dadi Ketemu

 Oleh: Imam Agus Taufiq "Aku melihat pemilik ilmu hidupnya mulia walaupun ia dilahirkan dari orang tua hina. Kedudukannya di dunia terus meningkat hingga menempati derajat tertinggi dan mulia. Laksana pengembala kambing yang pergi ke sana-sini dan diikuti hewan peliharaannya, dalam setiap keadaan ia selalu diikuti umat manusia. Jikan bukan karena ilmu, orang seperti itu tidak akan pernah merasa bahagia dan mengenal halal-haram sesuatu". (Terjemahan kitab Diwan Al Alamah Imam Syafi'i)  Sering kita mendengar slogan "Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan agama hidup terarah, dengan seni hidup menjadi indah". Slogan itu bukan hal asing bahkan sering kali kita mendengarnya, sungguh berharga dan utamanya orang yang memiliki ilmu atau pemilik ilmu.  Salah satu keutamaan ilmu bagi penuntutnya adalah semua umat manusia menjadi pelayannya. Siapa pun orangnya yang mengemban ilmu, lalu dengan beraninya menitipkan kepada orang yang bukan ahlinya sebab kebodohannya, maka se...

Menangkal Digiseksual di Era Modern

  Oleh :  Imam Agus Taufiq  Munculnya Revolusi Industri pada tahun 1784 menuntut manusia untuk menciptakan berbagai hal yang mampu meringankan pekerjaan. Waktu silih berganti, seiring berjalannya jarum jam , revolusi industri terus mengalami perkembangan, bahkan saat ini   sampai pada revolusi industri 4.0. Realita   ini sangat menguntungkan bagi manusia   seiring   perkembangan teknologi yang semakin cepat melesat   membuat segalanya menjadi mudah. Manusia tidak perlu lagi bersusah payah dan dibuat pusing   dalam mengerjakan berbagai hal, karena semua pekerjaan telah diambil alih oleh teknologi. Revolusi Industri 4.0   memberikan banyak terobosan dalam teknologi di antaranya, komputer, gagdet , robot pintar, robotika, kecerdasan buatan atau AI ( Arificial Intelligence ), internet, kendaraan, dan lain sebagainya . Keterlibatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari menyebabkan manusia menjadi ketergantungan, di sisi lain teknologi ...

Ramadhan Bulan Bebas dari Api Neraka

  Oleh  Imam Agus Taufiq  Sebentar lagi bulan ramadhan tiba, dan alhamdulillah kita umat Islam masih diberi kesempatan menjumpai bulan ramadhan. Hati merasa riang dan gembira menyambut kedatangan bulan suci nan mulia yakni ramadhan. Dalam riwayat hadits disebutkan bahwa: “Barang siapa hatinya gembira menyambut kedatangan bulan ramadhan, maka haram jasadnya atas api neraka”. Pada dasarnya, puasa tidak hanya mengajarkan perihal dahaga dan lapar. Jauh dari itu, di dalamnya juga terdapat ajaran ruhaniyah yang sangat penting untuk diketahui. Dengan berpuasa, seseorang juga diajarkan cara menahan lisan agar tidak mengucapkan hal-hal buruk, dan juga diajarkan menahan diri dari semua nafsu yang bersifat buruk. Sebenarnya, puasa memiliki dua tujuan yang sangat pokok, yaitu melatih diri untuk bisa menerima semua yang telah Allah berikan dengan cara hidup sederhana dan apa adanya; dan  melatih batin  agar biasa terhindar dari segala sifat-sifat yang tercela, seperti sifat ...

Belajar Mencintai Orang Shalih

 Oleh Imam Agus Taufiq Pepatah mengatakan, "Orang yang mendekati minyak wangi, maka ia akan ikut wangi, dan orang yang mendekati api, maka ia akan merasakan panasnya api." Demikian halnya orang tua, jika mereka atau mencintai orang shaleh insyaallah diri mereka akan ikut menjadi orang shaleh.  Hati orang tua yang mencintai orang shaleh akan selalu merasa tenang. Mereka menjadi selalu terobsesi untuk memiliki anak shalih sebagaimana keshalehan orang yang dicintai tersebut. Sebaliknya, hati orang tua yang tidak mencintai orang shaleh tidak akan pernah tergerak untuk mengarahkan anak mereka menjadi orang yang shalih. Ada dua hikmah yang diperoleh orang tua yang mencintai orang shalih, di antaranya: Pertama, hikmah motivasi. Orang shalih adalah orang yang taat dalam menjalankan agama. Perbuatan dan segala tindak tanduk keseharian sangat terjaga. Apabila orang tua selalu dekat dengan orang-orang shaleh, maka secara tidak langsung sebenarnya akan ikut terbawa kebiasaan baik mereka....

Berusaha Menanamkan Sikap Cinta Ibadah Kepada Anak

  Oleh:  Imam Agus Taufiq Tiada salahnya orang tua menanamkan cinta beribadah kepada anak saat anak dalam masa kandungan atau masih kecil. Nampaknya, waktu itu adalah waktu yang sangat tepat untuk mengajarkan sikap cinta kepada Allah swt. Sikap yang dilakukan orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan pemahaman anak meskipun ia masih berada dalam kandungan. Perkembangan pemahaman anak yang dimaksud adalah pemahaman terkait kecintaan hamba untuk selalu cinta beribadah kepada Allah swt. Ibadah-ibadah yang dipercontohkan orang tua kepada anak yang masih dalam kandungan atau masih kecil ialah shalat, puasa, zakat, dan lain-lain. Ibadah-ibadah yang sudah dipercontohkan tidak hanya berpengaruh di waktu itu saja, tetapi juga berdampak positif bagi kehidupan anak mereka di kemudian hari.  Teladan lain yang bisa orang tua tanamkan dalam diri anak agar cinta beribadah kepada Allah swt, ialah dengan mengajak anak selalu berdoa setiap melakukan aktivitas seperti mempelajari w...