Langsung ke konten utama

Ngaji ( Ngatur Jiwo)



Saben rung minggu sepisan tim LBM NU Kalidawir gelar acoro kajian kitab Minhajut Thalibin ono ing gedung aula MWC NU Kalidawir. Kajian iki sepisan digagas dening konco-konco tim LBM NU Kalidawir sing tujuanae kangge ngasah lan najemne literasi kitab kuning(klasik).
Sak liyane iku ugo kitab sing duwe jeneng Minhajut Thalibin dadi salah sijine kitab sing kudu wajib diwoco dening poro pengkaji mazhab Syafi'i. Kitab iki ditulis Imam an-Nawawi salah sijine mujtahid bil mazhab asy-Syafi'i fatwane dadi acuan pengikut mazhab Syafi'i.

Saking ati-atine ngedohi nulare virus Corona lingguhe diatur sak meter-meter. Lan kegiatan iki diwiwiti mulai jam 8 bengi sampek 11 bengi. Ngak kroso saking serune kajian iki lan akehe pitakon, wektune koyo sedelo.

Kajian iki sak benere ugo untuk umum, dadi sopo wae sing ngelak babakan ilmu fiqih iso melok lan takon masalah saben dinone sing ono kaitane ibadah. Supoyo ibadah sing dilakoni iso bener lan mantep.

Ora ono rugine melu acaro iki, kerono koyo sing disebutne ono muqodimah kitab iki" sopo sing gelem mengkaji kitab Minhajut Thalibin biso dadekne kabukake sejo".
Mugo-mugo wae kanthi niat sing ihlas acoro kiti diridhoi dening Gusti lan akeh manfaati ugo ndadekno solusi permasalahan-permasalahan sing diadepi.
Kalidawir, Selasa wage, 24 Maret 2020. 07.15 WIB.
Dening: Taufiq Agus

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejaring Santri Tegalsari Ponorogo di Tulungagung

Oleh: Imam Agus Taufiq Jejaring Pesantren Tegalsari Ponorogo yang ada di Tulungagung dapat diungkap melalui salah satu ipar Kyai Muhammad Ageng Besari, yaitu Raden Witono/ Syekh Hasan Ghozali yang berkiprah di Tulungagung. Hasil pernikahannya dengan Nyai Jarakan, Syekh Hasan Ghozali memiliki putra-putri antara lain  Kyai Imam Jauhari Mahmud (Notorejo Gondang Tulungagung), Kyai Muntaha (Mbah Muntaha Jarakan Gondang Tulungagung), Kyai Gembrang Serang ( Kyai Ageng Nur Rahmatullah), dan Nyai Robi'ah. Nama lain Syekh Hasan Ghozali Kalangbret, Tulungagung adalah Kyai Ageng Witono atau Kyai Naib Witono atau Kyai Mangun Witono. Mengapa disebut Mbah Witono karena Syekh Hasan Ghozali merupakan sosok yang pertama kali mengadakan kajian-kajian Islam (wiwitane ono: Jawa) di daerah Kalangbret Tulungagung. Syekh Hasan Ghozali sering bersilaturrahmi dengan keluarga-keluarga dari Raden Setro Menggolo ( Syekh Abu Naim Fathullahyang makamnya terletak di barat makam Sentono Lodoyo Blitar) dan Raden Ra...

Ketentraman Hati

 Oleh : Imam Agus Taufiq Di tahun 2021 tentunya setiap orang mempunyai harapan baru. Saya yakin bahwa dengan bergulirnya  tahun baru seiring perjalanan ruang dan waktu pasti mereka ingin menjadikan apa yang mereka kerjakan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Mengingat bahwa termasuk tanda-tanda orang beruntung adalah apa yang ia kerjakan hari ini harus  lebih baik dari hari kemarin, begitu juga sebaliknya. Dekade saat ini  bangsa kita dirundung yang namanya  bencana yang datang silih berganti, belum lagi musim pandemi yang tak kunjung pergi. Entah sampai kapan kita menanti dan menikmati musim pandemi. Semoga pandemi segera pergi dan harapan baru segera kita nikmati menjemput ridlo Ilahi robbi.  Sebagai masyarakat yang agamis dengan melihat situasi dan kondisi saat ini harus punya ghirrah untuk mendekatkan diri kepada Ilahi robbi. Tentunya kita sadar bahwa hanya kepadaNya kita memohon dan meminta disertai dengan ikhtiar. Dan Allah SWT tak akan merub...

Salam 3B

  Oleh : Imam Agus Taufiq  Sore kemarin habis salat Asar sambil leyeh-leyeh dan menikmati secangkir kopi, tiba-tiba ada pesan masuk di gadget. Tanpa basa-basi saya langsung menuju gadget yang ada di meja televisi, mata melotot menatap gadget sembari membuka pesan masuk, kondisi badan yang lelah seketika itu menjadi fit.Tak saya sangka dan kira, ternyata pesan itu dari sahabat-sahabat IPNU yang sengaja ingin silaturrahim,  saya pun mengiyakan sembari berkata pintu terbuka lebar untuk sahabat-sahabat IPNU.  Sepuluh menit kemudian datanglah sahabat-sahabat IPNU parkir di depan rumah. Saat itu juga saya mempersilahkan masuk dan mereka pun masuk dengan mengucapkan salam, seraya saya jawab salam sambil mempersilahkan duduk.  Mulailah obrolan demi obrolan antara saya dengan mereka terasa gayeng sambil menikmati camilan ala kadarnya. Nampaknya obrolan demi obrolan antara saya dan mereka mulai mencair. Sharing pengalaman kepada mereka  menjadikan teringat masa lalu ...