Langsung ke konten utama

Postingan

Al Quran Kompas Kehidupan Era Modern

Imam Agus Taufiq  Al Quran kitab suci yang diturunkan sebagai petunjuk umat Islam, kususnya umat Islam. Meskipun Al Quran diturunkan sudah berapa abad yang lalu tetapi tetap relevan dengan zamanya. Di tengah perkembangan zaman yang pesat dan melesat, Al Quran menjadi pedoman hidup manusia menuju jalan yang benar dan paripurna.  Al Quran sebagai petunjuk umat manusia yang beriman sebagai petunjuk dan pembeda. Ketika Al     Quran sebagai petunjuk dan pembeda, tentu relevan dengan umat masa lalu, masa kini, dan masa depan. Tetapi untuk membuktikan Al Quran tetap relevan tiga zaman, perlu pemahaman mendalam tentang ilmu yang berkaitan dengan-Nya, misalnya ilmu tafsir. Ilmu tafsir berperan penting dalam menjelaskan makna Al Quran sesuai konteks dan tujuan penurunannya, sehingga terhindar dari kesalah pahaman dalam penafsiran.  Salah satu contoh pesan penting Al Quran adalah pentingnya akhlak. Melalui figur nabi Muhammad saw  dijadikan figur dalam berperilka...

Teladan Nabi Muhammad dalam Mendamaikan Konflik

 Imam Agus Taufiq  Konflik merupakan kejadian yang ada di setiap zaman. Permasalahan sering muncul karena adanya perbedaan kepentingan, latar belakang, dan bahkan hanya salah paham. Sebagai agama, Islam mengajak umatnya untuk mengedepankan perdamaian dengan cara baik. Hal tersebut pernah dicontohkan oleh nabi Muhammad  saw dalam mendaimakan konflik yang pernah berseteru.  Allah ta'ala mengingatkan dalam sebuah firman-Nya : مَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ  وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ Dari ayat di atas dapat disimpulkan, bahwa setiap mukmin adalah saudara . Konflik sering terjadi karena adanya salah paham yang kurang bisa dimengerti antara pihak satu dan satunya. Ketika tidak terselesaikan, makan akan tambah parah dan tidak ada suasana yang mencair. Kiranya butuh yang namanya pihak ketiga untuk meredam suasana. Kegalauan akan menjadi pemicu selanjutnya, 

Belajar Istikamah Membaca Al Quran

 Imam Agus Taufiq  Sebagai hamba yang beriman, sebaiknya membaca Al Quran harus menjadi rutinitas yang tidak boleh ditinggalkan atau bahkan harus istikamah dilakukan. Tapi itu semua hanya manis dibibir dan mudah diucapkan, dan praktiknya harus butuh niatan dan pengorbanan. Al Quran merupakan sumber kehidupan yang menyatukan diri seorang mukmin antara iman, ilmu, dan amal. Al Quran berfungsi sebagai pedoman moral, sosial, dan  spiritual, yang memberikan arah manusia agar hidupnya senantiasa selaras dengan kehendak Allah swt.  Dengan membaca Al Quran orang Islam akan mendapatkan kemanfaatan. Diantara riwayat yang menerangkan. Manfaat membaca Al Quran tidak hanya bersifat spiritual saja, tetapi juga intelektual dan moral. Ia menumbuhkan kesadaran diri, memperkuat akhlak, dan menuntun manusia menuju keseimbangan hidup di dunia dan akhirat.  Lebih lanjut, syeikh Wahbah Zuhaili dalam tafsir munir menjelaskan ada empat manfaat membaca Al Quran ....bersambung

Kuatkan Iman di Tengah Kehidupan Yang Tidak Pasti

 Imam Agus Taufiq  Di tengah cuaca yang tak menentu dan gelombang kehidupan yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, menjaga iman merupakan hal yang sangat penting, ia akan menjadi kompas yang bisa menuntun arah hati dan jiwa kita. Oleh karena itu, kami selaku khatib mengajak diri sendiri dan semua jamaah yang hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini, untuk senantiasa membentengi diri dengan meningkatkan iman dan takwa. Karena dengan keduanya, Allah tidak hanya akan memperbaiki urusan akhirat kita, tetapi juga hidup kita di dunia. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً  Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Dia (Allah) akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Siapa yang mena...

Intropeksi Diri Kehidupan Abadi

Imam Agus Taufiq   Gusti Allah dawuh: وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ  وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ  Artosipun: Ora ono urip ing dunyo iku kejobo guyon lan dolanan. Lan saktemene akhirat iku sejatine panguripan, lamun siro kabeh podo ngerti (Al-Ankabut, 64) Ayat meniko negesaken bilih gesang ing dunyo niku sejatine namung mampir ngunjuk tuyo, mampir sekedap, ameng-amengan, mboten langgeng. Pramilo, umure tiyang gesang wonten dunyo niku nggih sekedap lan dipun imutaken bilih akhirat niku ingkang dados panggenan sejati, selawase. Ayat kasebat ugi ngimutaken dateng kito sedoyo supados inggal cancut taliwondo ngisi umur wonten dunyo kelawan amal kesaenan. Sebab katah sanget tiyang ingkang ngangguraken waktune, malah didamel dolanan kimawon, remen persulayan, ngapusi, maksiat. Padahal sedoyo niku bakale dipun pertanggungjawabaken mbenjang dinten kiamat. Kanjeng Nabi dawuh: ألا كُلُّكُمْ راعٍ، وكُلُّكُم...

Bahaya Cinta Jabatan dan Popularitas menurut Imam Al-Ghazali

Di tengah era digital, popularitas dan pengakuan sosial menjadi ukuran keberhasilan bagi sebagian orang. Banyak yang merasa bangga ketika namanya dikenal, dihormati, atau dipuji. Padahal para ulama justru mengingatkan bahwa cinta jabatan (hubbul jah) dan cinta popularitas merupakan salah satu penyakit hati paling berbahaya dalam agama.   Allah SWT pun telah memperingatkan kepada umat manusia agar tidak menyombongkan diri dengan jabatan ataupun kekuasaannya, sebagaimana firman-Nya berikut ini:   Di tengah era digital, popularitas dan pengakuan sosial menjadi ukuran keberhasilan bagi sebagian orang. Banyak yang merasa bangga ketika namanya dikenal, dihormati, atau dipuji. Padahal para ulama justru mengingatkan bahwa cinta jabatan (hubbul jah) dan cinta popularitas merupakan salah satu penyakit hati paling berbahaya dalam agama.   Allah SWT pun telah memperingatkan kepada umat manusia agar tidak menyombongkan diri dengan jabatan ataupun kekuasaannya, sebagaimana firman-...

Apa Salahnya Santri Ro'an

 Imam Agus Taufiq  Setelah  tragedi runtuhnya musola pondok pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo, ada anggapan bahwa runtuhnya bangunan tersebut karena yang mengerjakan santri ro'an karena dapat hukuman. Terlepas dari masalah itu, saya tidak mau memancing di air yang keruh.  Entah dari mana kata ini berasal dan siapa yang pertama kali menggunakan istilah ini dalam dunia pesantren. Beberapa kali kami mencari ma’na dan asal kata ini, namun tetap saja nihil. Satu-satunya perkiraan sebagaimana dilansir Suara Pesantren, bahwa ro’an berasal dari bahasa Arab “tabarraka-yatabarraku-tabarrukan”. Jadi ro’an di sini adalah hasil penggalan dua suku kata akhir dari mashdar (tabarrukan). Tabarrukan sendiri mempunyai arti mengharap kebaikan, kemudian kata ini mengalami penyusutan menjadi Rukan atau Ru’an kemudian lambat laun menjadi Roan. Sedikit jauh dari kemiripan suku kata dan adanya pembuangan huruf memang, tetap kami tuliskan karena sementara ini hanya  pe...

Belajar Bahagia dengan ESQ

  Imam Agus Taufiq  Semua orang di dunia ini tentu ingin bahagia. Tidak ada yang ingin hidupnya tak bahagia. Namun, bagaimana cara untuk menggapai kebahagiaan? Lantas, modal apa yang harus disiapkan untuk meraih kebahagiaan? Kebahagiaan sejati harus dicapai dengan keseimbangan antara kebutuhan fisiologis, intelektual, emosional, dan kebutuhan spiritual. Namun, modal utama yang harus disiapkan untuk memperoleh kebahagiaan yang tidak ada habisnya hanya bersumber dari model ESQ.  Model spiritual adalah ikhwal yang paling penting, untuk menemukan kebahagiaan perlu unsur kedekatan kepada Sang Khaliq. Bagaimana kita bisa intropeksi diri, atau menemukan jati diri di tengah rentang hidup sajak lahir , dewasa, hingga masa tua, bahkan akhir hayat nanti. Kebahagiaan sejati hanyalah tentang bagaimana kita bersyukur kepada Sang Khaliq, bila syukurnya terus menerus maka akan selalu ditambah.  Modal ESQ, bila mana kita bisa mengeja wantahkan point penting dari ESQ yaitu: Pembersiha...

Upgrade Kompetensi

  Imam Agus Taufiq   Upgrade kompetensi adalah  proses pengembangan berkelanjutan terhadap pengetahuan, ketrampilan, dan sikap untuk mencapai standar yang lebih tinggi dan relevan di bidang tertentu  Peningkatan ini bertujuan agar seseorang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, tuntutan pekerjaan, dan perkembangan teknologi, serta berkontribusi secara profesional dan efektif.   Lantas mengapa perlu upgrade diri? Pertama , Adaptasi dengan Perubahan .   Dunia kerja dan teknologi terus berkembang, sehingga kompetensi yang sudah ada perlu diperbarui agar tetap relevan dengan tuntutan zaman. Kedua, Peningkatan Kualitas Diri. Upgrade diri membuat seseorang menjadi pribadi yang lebih baik, siap menghadapi tantangan baru, dan memiliki daya saing lebih tinggi. Ketiga, profesionalisme. Peningkatan kualitas diri merupakan bagian dari profesionalitas. Terutama pada profesi yang membutuhkan pembahuruan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang terus menerus. Ke...

Belajar Dengan Cinta Tanpa Tekanan

  Imam Agus Taufiq  Jika guru ditanya, apakah guru mencintai muridnya? Jawabnya pasti iya. Siapapun anda pasti mencintai anak didiknya. Lantas bagaimana mencintai anak didiknya? Apakah cinta hadir seperti layanan anak, kegembiraan, kesenangan? Apakah belajar sebagai wujud kesenangan atau justru sebaliknya.  Dengan cinta seseorang pasti diilhami iamajinasi, empati, kejujuran, dan sejumlah kebajikan lainnya. Cinta justru memberikan kekuatan meluangkan ide atau gagasan demi terwujudnya sebuah karya.  Cintalah yang dapat memadamkan api. Faktanya, nabi Muhammad dalam berdakwah selalu dengan modal cinta. Kegagalan dalam berdakwah nabi, hanya beliau lihat dari permukaan saja. Nabi Muhammad jauh melihat ke depan atau jangka panjang.  Tokoh-tokoh hebat meruapakan contoh betapa cinta mewarnai sisi hidup mereka untuk mencipta karya yang berguna bagi umat manusia. Dalam pendidikan, cinta itulah yang harus kita tanamkan pada anak murid.  Cinta mendorong lahirnya inovasi...

Hutang Yang Tak Pernah Lunas

 Oleh:  Imam Agus Taufiq                         Sungguh luar biasa pengorbanan seorang ibu, ibu adalah madrasatul ula bagi anak-anak. Ibu  merupakan tiang negara, dan penopang utama dalam fondasi keluarga. Perjuangan seorang ibu tidak terbatas pada satu peran, melainkan juga mempunyai peran ganda. Ibu merupakan sosok pelindung, pendidik, sahabat, hingga sosok yang tak pernah lelah dalam memberikan dukungan. Sungguh pengorbanan ibu patut diapreasiasi yang tiada henti.   Hutang seorang anak kepada ibunya bukanlah tentang materi, melainkan tentang kasih sayang yang tak terhitung nilainya. Sejak dalam kandungan, seorang ibu mempertaruhkan segalanya, bahkan nyawanya demi kelahiran anak. Sepanjang hidupnya, ibu selalu merawat dengan kesabaran yang tak pernah meminta imbalan. Semua itu dilakukan bukan karena kewajiban, tetapi karena cinta yang begitu dalam dan murni. Tak ada balasan yang benar-ben...

Inspirasi Sifat Nabi Bagi Pemimpin

 Oleh:  Imam Agus Taufiq  لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيم Peringatan Maulid Nabi menjadi pengingat bahwa cinta dan keimanan kita hari ini adalah karunia besar yang harus dijaga, diamalkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Cinta kepada Nabi tidak akan sempurna kecuali jika diwujudkan dalam bentuk ketakwaan kepada Allah. Rasulullah saw diutus bukan hanya untuk dicintai, tetapi juga untuk ditaati. Dengan mencintai beliau, kita terdorong untuk menjalankan perintah Allah dengan penuh kesungguhan, meneladani akhlak beliau, dan berusaha sekuat tenaga menjadikan hidup kita lebih bermakna di hadapan-Nya. Ayat di atas tidak hanya menegaskan kedekatan Nabi dengan umatnya, tetapi juga menghadirkan empat sifat utama yang sangat relevan bagi siapa pun yan...

Muharram Berkah Muhasabah dan Hijrah

Oleh:  Agus Taufiq Alhamdulillah tahun ini masih diberi kesempatan menjumpai tahun baru Hijriah. Momentum tahun baru bukan sekedar ceremonial pergantian tahun kalender Hijriyah, tapi juga momentum spiritual yang penting untuk terus melakukan muhasabah (intropeksi diri) dan hijrah (perubahan menuju kebaikan).  Muhasabah dan hijrah hal yang penting untuk diwujudkan dengan penuh perjuangan dan niat yang tulus. Dalam Al Quran disebutkan tentang perintah muhasabah: يأيها الذين آمنوا اتقوالله ولتنظر نفس ما قدمت لغد واتقوالله ان الله خبير بما تعملون. Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperlihatkan  apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.  Muhasabah berarti menghitung dan evaluasi sejauh mana amal yang kita lakukan setahun. Apakah amal baik dan buruk seimbang, atau amal baik unggul dan sebaliknya. Muharram menga...

Setetes Hikmah Isra' Mi'raj

 Oleh: Imam Agus Taufiq Setiap tahun umat Islam seluruh penjuru dunia memperingati Isra' Mi'raj pada tanggal 27 Rajab penanggalan hijriyah. Moment Isra' Mi'raj merupakan peristiwa penting nabi Muhammad menerima langsung dari Allah swt perintah shalat lima waktu sehari semalam.   Kewajiban shalat lima waktu sehari semalam merupakan ibadah mah doh(langsung) untuk berkomunikasi dengan Allah swt. Shalat lima waktu merupakan amal pertama kali yang dihisab pada hari kiamat. Ketika shalatnya seorang hamba baik maka termasuk beruntung dan sukses, dan ketika shalatnya hamba jelek/rusak maka termasuk hamba yang gagal dan rugi.  Selain kewajiban shalat lima waktu, ternyata ada setetes hikmah dari perjalanan Mi'raj nabi Muhammad mulai dari langit 1 sampai langit 7 untuk pedoman seorang hamba bisa wushul dengan Allah swt. Pertama, ketika nabi Muhammad berada di langit satu bertemu dengan nabi Adam yang merupakan abu al Basyar(bapak manusia) cikal bakal manusia ada di muka bumi. ...

Makna Taubat Sejati

Oleh: Imam Agus Taufiq Kamis, 26 Desember 2024 sekitar pukul 12.45 WIB tiba-tiba ponsel saya  berbunyi. Mendengar itu, saya bergegas menuju ponsel yang berada di dekat computer. Tanpa basa-basi, saya segera mengangkat telpon. Ternyata telpon itu, salah satu kolega penyuluh kecamatan yang meminta tolong untuk menggantikan kajian rutin IMUD (Ibu-ibu muda). Kebetulan, kolega saya tidak bisa hadir dengan alasan ada kabar duka dari salah satu keluarganya. Sehingga harus mencari badzal (pengganti) dalam waktu singkat di kajian rutinnya. Saya pun akhirnya tidak bisa menolak, dan  mengiyakan mendatangi kajian rutin tanpa berpikir panjang apa nanti  kitab yang dikaji. Sebelum menutup telpon, kolega saya mengatakan"Nanti yang dikaji kitab Minhaj al Abidin bab makna taubat sejati" mendengar itu, saya harus segera bergegas mencari kitab dan membuka sebentar ala kadarnya. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 13.00 WIB, Saya segera berangkat di majlis taklim binaan kolega saya. Tiba di lo...

Kompetensi Kebaikan

Oleh: Imam Agus Taufiq Kehidupan dunia yang sering kali dipenuhi dengan persaingan untuk mencapai ‎kesuksesan pribadi, konsep berlomba-lomba dalam kebaikan mungkin terdengar seperti paradoks. ‎Namun, di balik kehidupan yang serba cepat dan kompetitif ini,  nampaknya ada gerakan yang ‎semakin bertumbuh di mana orang-orang saling berkompetisi untuk melakukan kebaikan bagi ‎orang lain dan masyarakat sekitarnya. Fenomena ini bukan sekadar sebuah trend, melainkan ‎sebuah gerakan sosial yang mendasar yang dapat memberikan dampak positif yang besar bagi ‎kehidupan kita.‎ Menjadi lebih baik, secara pribadi maupun sebagai anggota masyarakat, bukanlah hal yang ‎terjadi secara spontan. Dalam banyak kasus, hal itu memerlukan usaha yang sadar dan terencana. ‎Kompetisi kebaikan menawarkan struktur yang jelas dan motivasi ekstra untuk bertindak positif. ‎Ketika seseorang melihat orang lain melakukan sesuatu yang baik, itu dapat menjadi pemicu yang ‎kuat untuk bertindak. Ini menciptakan lingkungan...

Anugerah Kesehatan

 Oleh: Imam Agus Taufiq Kesehatan adalah salah satu anugerah terbesar yang sering kali dianggap sepele, hingga kita mulai merasakan sakit atau ketidak nyamanan. Banyak orang mengabaikan akan pentingnya menjaga kesehatan karena kesibukan, pola hidup, pola makan, pola pikir yang tidak sehat, atau kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga tubuh. Padahal, kesehatan adalah aset yang paling berharga dalam kehidupan. Tanpa tubuh yang sehat, kita tidak bisa menikmati kehidupan, bekerja, mengabdi dengan maksimal, atau meraih visi atau cita-cita gemilang masa depan.  Pepatah lama mengatakan, "Sehat itu mahal." Namun, kenyataannya, menjaga kesehatan tidaklah semahal mengobati penyakit. Kesehatan yang baik memungkinkan kita menjalani hari-hari dengan penuh semangat, beraktivitas dengan berusaha produktif, dan merasakan kebahagiaan hidup yang sejati. Tubuh yang sehat adalah modal utama dalam melakukan berbagai hal, baik itu bekerja, belajar, mengabdi, dan lainnya. Jika kita kehilangan k...

Rasa Syukur

 Oleh: Imam Agus Taufiq Hari ini, saya mengucap syukur kepada Allah swt atas anugerah usia yang telah diberikan. Setiap detik dalam hidup ini adalah hadiah yang berharga, penuh dengan pelajaran, kenangan, dan pengalaman yang tak ternilai. Di hari yang istimewa ini, saya merenungkan segala hal baik yang telah terjadi dalam hidup saya dan semua orang yang telah hadir dengan kasih sayang, dukungan, dan cinta. Saya bersyukur atas setiap langkah yang  saya tempuh, baik yang mudah maupun yang sulit, karena semua itu telah membentuk diri saya menjadi pribadi yang lebih baik. Terima kasih kepada keluarga dan sahabat yang selalu ada di sisiku, serta kepada setiap orang yang telah menginspirasi dan membantuku sepanjang perjalanan ini. Semoga di tahun-tahun yang akan datang, saya bisa terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijaksana, kuat, dan penuh cinta. Saya berharap bisa memberikan yang terbaik bagi dunia, seiring dengan bertambahnya usia. Segala puji dan syukur  saya persembah...

Intropeksi Diri

 Oleh: Imam Agus Taufiq Kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan ini, sering kali kita terjebak dalam rutinitas sehari-hari tanpa sempat merenung tentang diri kita sendiri. Introspeksi diri adalah proses penting yang memungkinkan kita untuk mengevaluasi pikiran, perasaan, dan tindakan  dengan tujuan memahami diri kita lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup. Introspeksi diri adalah praktik reflektif yang melibatkan pengamatan dan penilaian terhadap pikiran dan perasaan kita sendiri. Ini adalah cara untuk menyelami diri kita lebih dalam dan memahami motivasi, kekuatan, dan kelemahan kita. Proses ini sering melibatkan pertanyaan-pertanyaan mendalam tentang tujuan hidup, nilai-nilai pribadi, dan cara kita berinteraksi dengan orang lain. Ada banyak manfaat bagi kita, apabila kita mau melakukan intropeksi diri. Pertama, pemahaman diri yang lebih baik. Dengan melakukan introspeksi, kita dapat mengenali pola pikir dan perilaku yang mungkin tidak kita sadari sebelumnya. Hal ini...

Syukur Adalah Kunci Kebahagiaan

  Oleh :  Imam Agus Taufiq    Kehidupan ini sering kali membawa manusia pada berbagai perubahan dan tantangan yang menguji ketahanan. Dalam menghadapi semua liku-liku kehidupan, ada satu salah satu sikap yang memiliki kekuatan besar untuk menjaga manusia tetap tegar dan bahagia, yaitu sikap syukur. Syukur memang mudah untuk diucapkan dalam lidah manusia, tapi butuh praktik. Syukur adalah sikap mental dan emosional yang melibatkan penghargaan dan pengakuan terhadap kebaikan dan berkat yang kita miliki dalam hidup. Ini bukan hanya sekedar ucapan terima kasih, tetapi juga sebuah sikap hati yang bersyukur atas segala hal  yang terjadi, baik besar maupun kecil. Banyak manfaat ketika manusia bersyukur. Pertama, meningkatkan kesejahteraan emosional.  Dengan fokus pada hal-hal yang baik dalam hidup, manusia cenderung lebih bahagia dan tidak cemas. Kedua, meningkatkan Kualitas Hubungan.  Orang yang bersyukur cenderung lebih bisa menghargai orang lain dan hubung...