Langsung ke konten utama

Menggapai Keberkahan Nuzulul Quran

 Imam Agus Taufiq



Alhamdulillah tak terasa ibadah puasa Ramadhan di tengah Pandemi ini sudah setengah bulan, dan hari ini Rabu 28 April 2021 memasuki hari ke 16 sering diperingati sebagai malam Nuzulul Quran atau malam turunnya al Quran. Di malam Nuzulul Quran ini, tentunya kita tak ingin ketinggalan mendapatkan keberkahan dengan melakukan berbagai amalan. Lantas, amalan apa saja yang bisa dihidupkan untuk mengisi malam Nuzulul Quran?

Amalan-amalan yang baik untuk mengisi malam Nuzulul Quran pertma, istiqomah membaca al Quran. Membaca al Quran pada malam Nuzulul Quran bisa dilakukan secara berjamaah di masjid, musholla, atau di rumah bersama keluarga minimal bisa khatam satu kali. Kalau tak bisa khatam satu kali pada moment Nuzulul Quran, minim khatam satu kali selama bulan Ramadhan.

Amalan yang kedua yang dilakukan pada malam Nuzulul Quran adalah dengan memanfaatkan kesempatan sebelum datang kesempitan dengan memperbanyak I'tikaf sambil membaca Quran secara bebas atau dengan dzikir lainnya demi keberkahan dan menghidupkan malam Nuzulul Quran. Amalan ketiga adalah dengan memperbanyak salat malam, yaitu tahajud, hajat, tasbih, witir dan memaksimalkan doa bersimpuh, bermunajat kepadaNya, mengetuk pintu langit demi keberkahan malam Nuzulul Quran.

Mengenai penjelasan turunnya al Quran di bulan suci Ramadhan tertulis jelas dalam surat al Baqarah 185: شهر رمضان الذى أنزل فيه القران هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان

"Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan di dalamnya diturunkan al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai itu dan pembeda antara yang hak dan yang batil".

Lalu mengapa ditetapkan 17 Ramadhan sebagai Nuzulul Quran? Mengenai hal ini ulama berbeda pendapat. Menurut Imam Ibnu Ishaq, bahwa turunnya al Quran pada 17 Ramadhan karena bertepatan dengan nabi Muhammad SAW berusia 41 tahun. Pada 17 Ramadhan itu juga terjadi perang Badar antara kaum muslimin dan musyrikin seperti disebutkan dalam surat al Anfal ayat 41: ان كنتم امنتم بالله وما انزلناعلى عبدنا يوم الفرقان يوم التقى الجمعن. والله على كل شيئ قدير

"Jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah SWT kuasa atas segala sesuatu".

Itu sebabnya 17 Ramadhan merupakan moment penting dalam sejarah Islam. Selain hari berlangsungnya perang Badar, juga merupakan waktu pertama kali diturunkan al Quran kepada baginda Agung Muhammad rasulullah SAW melalui perantara malaikat Jibril. Adapun surat pertama yang diturunkam adalah surat al Alaq ayat 1 sampai 5. Begitulah seterusnya al Quran secara berangsur-angsur hingga yang terakhir adalah surat al Maidah selama kurun waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari.

Semoga dengan moment Nuzulul Quran dengan masih diberi kenikmatan iman, islam dan kesehatan lahir batin kita dimudahkan Allah SWT melangkahkan kaki untuk berlomba-lomba dalam hal kebaikan. Dan termasuk ahli al Quran  bisa mengamalkan dan membacanya yang kelak al Quran sekaligus sebagai kitab Suci kita dapat memberikan pertolongan syafaat. Aamiin...


يارب نور قلبنا  بنور قرأن جلا

ثبت به ايماننا  دنيا واخرى كاملا

وارزق بفهم الانبياء  لناواياماتلا

وافتح لنا بدرس او قراة ترتلا


Yaa Allah sinari hati kami...

Dengan cahaya Quran yang tinggi...

Tetapkanlah iman kami...

Dunia dan akhirat kami...

Beri kami kepahaman nabi...

Membacanya setiap hari...

Mudahkanlah belajar kami...

Serta tartil bacaan kami...



Kalidawir, 28 April 2021.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejaring Santri Tegalsari Ponorogo di Tulungagung

Oleh: Imam Agus Taufiq Jejaring Pesantren Tegalsari Ponorogo yang ada di Tulungagung dapat diungkap melalui salah satu ipar Kyai Muhammad Ageng Besari, yaitu Raden Witono/ Syekh Hasan Ghozali yang berkiprah di Tulungagung. Hasil pernikahannya dengan Nyai Jarakan, Syekh Hasan Ghozali memiliki putra-putri antara lain  Kyai Imam Jauhari Mahmud (Notorejo Gondang Tulungagung), Kyai Muntaha (Mbah Muntaha Jarakan Gondang Tulungagung), Kyai Gembrang Serang ( Kyai Ageng Nur Rahmatullah), dan Nyai Robi'ah. Nama lain Syekh Hasan Ghozali Kalangbret, Tulungagung adalah Kyai Ageng Witono atau Kyai Naib Witono atau Kyai Mangun Witono. Mengapa disebut Mbah Witono karena Syekh Hasan Ghozali merupakan sosok yang pertama kali mengadakan kajian-kajian Islam (wiwitane ono: Jawa) di daerah Kalangbret Tulungagung. Syekh Hasan Ghozali sering bersilaturrahmi dengan keluarga-keluarga dari Raden Setro Menggolo ( Syekh Abu Naim Fathullahyang makamnya terletak di barat makam Sentono Lodoyo Blitar) dan Raden Ra...

Ketentraman Hati

 Oleh : Imam Agus Taufiq Di tahun 2021 tentunya setiap orang mempunyai harapan baru. Saya yakin bahwa dengan bergulirnya  tahun baru seiring perjalanan ruang dan waktu pasti mereka ingin menjadikan apa yang mereka kerjakan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Mengingat bahwa termasuk tanda-tanda orang beruntung adalah apa yang ia kerjakan hari ini harus  lebih baik dari hari kemarin, begitu juga sebaliknya. Dekade saat ini  bangsa kita dirundung yang namanya  bencana yang datang silih berganti, belum lagi musim pandemi yang tak kunjung pergi. Entah sampai kapan kita menanti dan menikmati musim pandemi. Semoga pandemi segera pergi dan harapan baru segera kita nikmati menjemput ridlo Ilahi robbi.  Sebagai masyarakat yang agamis dengan melihat situasi dan kondisi saat ini harus punya ghirrah untuk mendekatkan diri kepada Ilahi robbi. Tentunya kita sadar bahwa hanya kepadaNya kita memohon dan meminta disertai dengan ikhtiar. Dan Allah SWT tak akan merub...

Belajar dari Penulis

 Imam Agus Taufiq  Ngainun Naim adalah seorang doktor bidang Islamic Studies lulusan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Akademisi dan pegiat literasi ini lahir di Tulungagung pada 19 Juli 1975, merupakan sosok figur yang rajin membaca dan menulis. Sosok yang sekarang menjabat kepala LP2M di kampus dakwah dan peradaban IAIN Tulungagung, baginya belajar--menggali ilmu lewat membaca dan menulis adalah bagian jalan hidupnya. Sikap aktif membaca dan menulis kini terus beliau tularkan dari generasi ke generasi. Salah satunya lewat WA Group sahabat pena kita Tulungagung. Sikap aktif menulis juga beliau tuangkan ke dalam buku. Sudah banyak buku yang ditulisnya. Buku beliau yang sangat populer dan digandrungi adalah "The Power of Reading dan The Power of Writing". Dan buku yang baru terbit adalah "Menulis Itu Mudah 40 Jurus Jitu Mewujudkan Karya yang  tophit dan cetak ulang beberapa kali. Buku karya beliau banyak dijadikan bahan referensi dan rujukan mereka yang ...